Seni Musik

Simak 7 Alat Musik Betawi yang Mungkin Kamu Belum Tahu

ika anda mempelajari peristiwa Kota Jakarta di jaman lampau, anda tentu sadar kota ini adalah pusat bertemunya beragam budaya. Karena itu, udah berlangsung akulturasi budaya di Jakarta, yang tidak benar satunya dapat dilihat dari alat musik Betawi.

Berbagai alat musik Jakarta ini punya unsur budaya lain seperti Arab, China, Sunda, India dan beragam suku lainnya. Keberagaman alat musik Betawi ini terbilang unik. Bahkan waroengkenangan.com tidak jarang alat-alat musik berikut punya kemiripan bersama dengan alat musik tempat lainnya.

Membahas soal budaya Betawi tentu kami bakal menjurus terhadap kearifan lokal masyarakatnya. Selain makanan yang khas nyatanya masyarakat Betawi masih melestarikan sebagian pertunjukan tradisional. Sebut saja seperti ondel-ondel, pertunjukan lenong, dan masih banyak lagi. Dan uniknya, para sesepuh atau senior kesenian ini

Berikut ini sebagian alat musik Betawi yang udah dilansir dari beragam sumber:

  1. Gambang Kromong
    Secara umum, gambang kromong merupakan sebuah orkes khas Betawi yang memanfaatkan sebagian alat musik tradisional. Dan uniknya kembali pertunjukan ini punya nama lain yakni Tradisi Cina Benteng.

Nama Tradisi Cina Benteng diambil karena gambang kromong merupakan bukti perpaduan cocok etnis Pribumi dan Tionghoa. Selain menyuguhkan orkes musik tradisionalnya, nyatanya gambang kromong terhitung dapat menjadi saksi peristiwa yang kudu diingat. Meskipun pertumbuhan zaman pernah udah menuju ke jaman modern, pertunjukan tradisional dan juga alat musiknya masih digunakan hingga sekarang dalam acara musik tertentu.

  1. Kecrek
    Kecrek atau pan kebanyakan terbuat dari 2-4 lempengan logam tidak tebal seperti besi, kuningan dan perunggu. Mereka disusun diatas sebuah papan kayu dan alat ini punya fungsi sebagai pengatur irama juga. Cara memainkan alat musik Betawi ini memadai mudah, yakni dipukul memanfaatkan palu tertentu atau tongkat kayu pendek yang membuahkan bunyi crek-crek-crek yang khas.
  2. Gong dan Kempul
    Gong dan kempul adalah alat musik Jakarta yang dibikin dari kuningan atau perunggu bersama dengan wujud lingkaran yang bagian tengahnya menonjol. Gong punya ukuran lebih kurang 85 cm dan bermanfaat sebagai penentu irama dasar. Sementara itu, kempul cuma berukuran lebih kurang 45 cm atau setengahnya dan bermanfaat sebagai pembatas ritme melodi. Karena keduanya terlalu besar,maka kebanyakan mereka bakal digantung selagi dimainkan. Cara memainkan alat musik ini terlalu mudah, yakni cuma dipukul saja.
  3. Marawis
    Marawis punya wujud seperti rebana, tetapi terdapat perbedaan terhadap bentuknya. Marawis punya wujud yang lebih gempal dibandingkan bersama dengan rebana yang punya wujud lebih pipih.

Seperti halnya rebana, marawis punya unsur keagamaan yang kental karena sering kali digunakan sebagai pengiring acara keagamaan dan lirik lagu yang dibawakan merupakan pujian dan kecintaan terhadap Sang Pencipta.

  1. Tanjidor
    Nama tanjidor sendiri berasal dari nama kelompok sisa-sisa musik tangsi (asrama militer milik Jepang) yang dimainkan oleh masyarakat Betawi. Tanjidor dimainkan dalam musik jalanan tradisional atau lebih dikenal bersama dengan nama pesta Cap Go Meh di kalangan Cina Betawi dan dimainkan dalam acara-acara tradisi masyarakat seperti mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah.

Namun terhadap zaman dahulu, para pemain tanjidor memainkan kesenian ini terhadap selagi panen tiba dan menggantungkan alat-alat mereka terhadap selagi beijingtokyobistrosf.com musim bercocok tanam. Grup tanjidor terhadap kebanyakan terdiri dari 7-10 orang yang memainkan lagu diatonic maupun lagu-lagu yang bertangga suara pelog bahkan slendro.

  1. Keroncong Tugu
    Keroncong tugu adalah sebuah sebutan bagi orkes atau kelompok musik yang dihasilkan dari perpaduan budaya pada Betawi dan portugis. Alat musik ini punya peristiwa yang memadai Panjang dan unik. Nama keroncong tugu sendiri berasal dari nama alat musik Cavaquinho semacam gitar kecil menyerupai ukulele yang dibikin oleh orang-orang Portugis bersama dengan Belanda ke Kampung Tugu.

Seiring bersama dengan berjalannya waktu, masyarakat Portugis menyebut gitar berikut bersama dengan nama machina dan terbuat dari kayu yang ada di lebih kurang kampung Tugu. Machina berikut berbunyi crang crong maka tersebutlah nama keroncong yang berasal dari tempat Tugu.

  1. Sukong
    Sukong merupakan alat musik tradisional Betawi yang menyerupai alat musik rebab yang berasal dari Arab. Terdapat perbedaan utama yakni terhadap wujud yang lebih kecil dan punya dua dawai atau senar dibandingkan bersama dengan rebab yang memanfaatkan satu buah dawai.

Sukong terbuat dari kayu sebagai tempat membentangkan dawai plus batok kelapa sebagai tempat resonansi suara. Sukong dimainkan bersama dengan langkah digesek memanfaatkan alat tertentu yang berupa busur yang terbuat dari pohon yang elastis. Rambut yang digunakan untuk menggesek dawai terbuat dari rambut ekor kuda jantan yang berwarna putih keemasan.

Itulah sebagian penjelasan mengenai alat musik Betawi yang memadai beragam.