Uncategorized

Review Album BCL Dengan Menyanyikan Live at BCL’s Attic

Saya ragu saat Aquarius Musikindo menuliskan perilisan extended play (EP) bertajuk Live at BCL’s Attic sebagai kesiapan Bunga Citra Lestari alias BCL kembali bermusik.

Bagaimana tidak, BCL harus merilis EP yang berisikan nyanyian-nyanyian baru. Bukan merilis ulang nyanyian-nyanyian lama, adalah Cinta Pertama (Sunny), Sebab Kucinta Kamu, dan Pernah Muda, dengan komposisi dan aransemen yang berbeda.

Toh BCL sudah merilis single 12 Tahun Terindah sebagai persembahan untuk mendiang suami, Ashraf Sinclair, yang bisa dihasilkan modal EP. Dia hanya perlu membikin sebagian nyanyian lain untuk melengkapi EP.

Ya, sebenarnya tidak menjadi persoalan slot depo 5k qris merilis ulang nyanyian lama dengan aransemen baru bila spesial atau setidaknya bagus. Tak aransemen nyanyian Cinta Pertama (Sunny), Sebab Kucinta Kamu, dan Pernah Muda lazim saja.

Dengan begitu, secara keseluruhan, Live at BCL’s Attic lazim saja.

Nyanyian yang paling lazim, bahkan terasa memaksakan, adalah Cinta Pertama (Sunny). Pada nyanyian ini hanya ditambah suara-bunyian elektronik yang terasa tidak ‘kawin’ dengan instrumen lain.

Suara-bunyian elektronik dalam nyanyian ini hanya seperti tempelan yang belum benar-benar matang. Hal seperti ini harus tidak terjadi untuk musisi sekelas BCL yang sudah bermusik sekitar 16 tahun.

Setali tiga uang, nyanyian Sebab Kucinta Kamu juga lazim saja. Tidak ada yang menarik dari aransemen nyanyian ini, dari permulaan sampai akhir terasa datar. Sedangkan nyanyian ini bisa menjadi nyanyian yang emosional dengan iringan aransemen yang bagus.

Beruntung ada nyanyian Pernah Muda yang terbilang cukup bagus di antara nyanyian-nyanyian yang lazim. Nyanyian ini terasa lebih menarik dan nyaman didengar daripada versi orisinal. Komposisi dan aransemen nyanyian ini padat tetapi tidak berlebih.

Sebaiknya BCL seketika beberes bila mau menjadikan karya baru yang spesial atau setidaknya bagus. Jangan hanya bertumpu pada nyanyian lama dengan aransemen baru yang belum tentu bagus.