Teknik frottage
Seni Visual

Pengertian Tekstur beserta Teknik dan Manfaatnya dalam Seni Rupa

Setiap benda pastilah memiliki permukaan yang berbeda-beda kala di raba. Ada benda yang permukaannya halus, ada pula benda yang permukaannya kasar.

Semua material mempunyai karakteristiknya tertentu. Permukaan suatu benda yang bisa diketahui dengan cara diamati dan diraba disebut tekstur yang akan membuat kalian lebih bersemangat. Selain itu, di sini kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia di link situs slot zeus

Apa itu tekstur?

Tekstur adalah nilai raba terhadap suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan bisa saja kasar, halus, keras atau lunak, kasar atau licin, perihal selanjutnya yang dinamakan tekstur.

Tekstur bisa disimpulkan sebagai permukaan setiap benda yang bisa diketahui coraknya dengan cara diraba.

Tekstur sendiri merupakan unsur rupa yang tunjukkan rasa permukaan bahan, yang sengaja dibikin dan dihadirkan dalm susunan untuk capai wujud rupa.

Tekstur memiliki pembawaan nilai raba yang bisa dirasakan secara fisik dan secara imajiner, adapun dua macam tekstur di antaranya:

Tekstur nyata, merupakan tekstur yang kala diraba secara fisik akan tunjukkan suatu permukaan yang kasar.
Tekstur semu, tekstur yang cuma keluar oleh mata karakternya kasar tapi kala diraba tidak bisa dirasakan sebagamana yang diamati sehingga tekstur semacam ini cuma memberi kesan imajinatif terhadap perasaan.

Kesan tekstur bisa dicerna dengan indra penglihatan maupun indra peraba, tekstur diasumsikan sebagai raut yang sekiranya dihilangkan maka akan menyingkirkan maksud berasal dari seni rupa terebut.

Teknik memicu tekstur

Dalam memicu tekstur terdapat beberapa teknik yang telah dikenal dan bisa diimplementasikan, selanjutnya teknik didalam memicu tekstur di antaranya:

  • Teknik frottage

Teknik frottage dijalankan dengan cara meletakkan kertas di atas permukaan benda yang memiliki tekstur, sekiranya duit logam dan daun yang bertulang daun kuat. Selanjutnya kertas akan ditekan dan diarsir pakai pensil atau krayon.

  • Teknik grattage

Membuat tekstur dengan menguaskan cat minyak warna gelap lantas ditimpa warna terang atau sebaliknya lalu digores disebut teknik grattage.

Teknik grattage dijalankan dengan cara mengoleskan cat minyak warna gelap terhadap papan hingga kering, lalu dilengkapi cat warna terang diatasnya.

Kemudian gores papan yang telah diberi warna pakai benda runcing seperti paku atau garpu.

  • Teknik tempel

Teknik tempel adalah teknik memicu tekstur dengan cara menempelkan berbagai bahan yang ada terhadap seuah bidang datar.

Teknik tempel dijalankan dengan cara menempelkan kertas, biji-bijian, daun, ranting, kertas dan sebagainya dengan lem secara merata di atas permukaan benda

  • Teknik ebru/swirling

Teknik ebru/swirling dijalankan dengan cara menuangkan cat minyak sejumlah 2 atau 3 warna ke didalam ember atau nampan lalu dicampur dengan minyak dan air lantas diaduk pelan sehingga warna-warna tesebut membentuk tekstur semu.

Selanjutnya kertas putih dicelupkan terhadap larutan cat didalam ember selanjutnya lalu diangkat. Cat yang melekat terhadap kertas akan membentuk tekstur semu.

Bahan memicu tekstur

Tekstur terhadap suatu benda bisa dihasilkan dengan berbagai cara dan juga bahan. Bahan yang bisa digunakan untuk menghasilkan tekstur adalah:

  • Membuat tekstur nyata berasal dari lempengan tanah liat dengan cara dipukul pukul atau ditekan pakai batu bertekstur, digores dengan sisir, parut dan lain sebagainya.
  • Membuat tekstur berasal dari bubuk batu bata atau bubuk kayu lalu ditaburkan di atas papan atau triplek yang telah diberi lem.
    Manfaat tekstur

Dalam karya seni lukis pemanfaatan tekstur lebih berwujud tekhnis untuk mewujudkan nilai raba selanjutnya sesuai dengan pembawaan objek yang diharapkan.

Seniman pakai tekstur kasar untuk menampilkan pembawaan object dan pengolahan motif-motif tertentu dengan obyek untuk mengabstraksikan nilai-nilai perbedaan yang terajut didalam olahan teknik secara estetik dan artistik.

Adapun fungsi tekstur didalam seni rupa antara lain:

  • Tekstur bisa mempertegas dan memperkuat gambar atau lukisan yang dibuat.
  • Tekstur menyatukan untur lukisan dan kriya atau kerajinan didalam sebuah karya.
  • Tekstur memicu kita bereksperimen dengan berbagai bahan alami di kira-kira kita dan mengubahnya menjadi karya seni.
  • Membuat tekstur melatih indera peraba dan penglihatan kita secara lebih seksama.