Uncategorized

Ini Dia Karimba Alat Musik Khas Afrika Made in Banyuwangi

Suara menderu mesin gergaji terdengar mengerti dari sebuah bengkel seni di Dusun Bolot, Desa Alian, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Di rumah sekaligus bengkel seni itu, limbah batok kelapa dan kayu bekas ‘disulap’ jadi karimba, alat musik khas Afrika, bersama dengan cat warna-warni cantik.

Pemilik kerajinan ini adalah Supriyanto (60), pria di balik suksesnya karimba made in Banyuwangi. Supriyanto merintis bisnis karimba sesudah meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan di Bali , dan pulang ke Banyuwangi. Pada 2006, Supriyanto menjadi memicu karimba bersama dengan bahan balu limbah batok kelapa, lebih dari satu kayu dan jeruji sepeda.

Dengan 7 karyawan yang slot 777 gacor ia bina, di dalam sehari Supriyadi bisa mengolah karimba sebanyak 600-700 buah. Sedikitnya di dalam sebulan ia memerlukan tidak cukup lebih 75 ribu hingga 140 ribu batok kelapa. Setelah diproses, satu buah Karimba ia bandrol bersama dengan harga Rp 20.000-50.000.

Jika diperhatikan, wujud alat musik karimba ini sederhana. Ukurannya kecil, berdiameter lebih kurang 20-25 centimeter, seukuran bersama dengan batok kelapa sebagai bahannya. Diatas permukaan kayu, ada tujuh besi jeruji yang digunakan sebagai alat petik. Dan sehingga tampilannya lebih menarik, permukaan kayu karimba dihias bersama dengan warna-warni cat bersama dengan corak artistik. Cantik!

“Tingkat kesulitannya terhadap proses pengecatan dikarenakan perlu ketelatenan dan kesabaran. Apalagi ini pengecatannya disesuaikan bersama dengan pesanan,” kata Supriyadi di bengkel seni miliknya, Kamis (4/5/2017).

Berkat keuletan dan motivasi pantang menyerah, Bali ia jadikan target awal penjualan product buatannya. Lalu di tahun 2009 Supriyadi menjadi menggandeng lebih dari satu toko kesenian di Pulau Dewata.

Sejak sementara itulah permohonan karimba buatannya tetap meningkat. Kini tak cuma Bali sebagai sasaran empuk penjualan Karimba. Karimba bikinannya juga ia kirim hingga ke Eropa, Afrika, Asia Tengah dan Amerika. Maka tak heran jikalau bisnisnya berbuah manis, di dalam sebulan omset Karimba buatannya bisa raih puluhan juta rupiah.

“Omzetnya di dalam sebulan pokonya puluhan juta rupiah lah,” tutupnya sambil tertawa.