Uncategorized

Alat Musik Sasando: Sejarah, Macam, dan Sistem Memainkannya

Apa saja alat musik tradisional yang Grameds kenal? Nah, Sasando adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat musik Sasando ini mempunyai sejarah dan nilai-nilai budaya yang perlu Grameds kenali sebagai upaya melestarikan budaya bangsa.

Sebagian waktu lalu, Sasando sempat diklaim sebagai alat musik milik negara Sri Lanka. Nah itulah sebabnya Grameds sebagai generasi slot gacor bangsa wajib mengetahui apa itu Sasando. Simak informasi lengkapnya perihal alat musik tradisional Sasando berikut ini:

Mengenal Alat Musik Sasando

Alat musik Sasando lahir dari Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat musik ini adalah produk budaya lokal yang telah terkenal di luar negeri. Sasando adalah alat musik petik yang dimainkan dengan metode dipetik. Alat musik ini hampir sama dengan kecapi atau harpa pada musik tradisional lainnya. Melainkan, Sasando mempunyai suara yang unik.

Sasando lazimnya dimainkan dengan kedua tangan dari arah yang berlawanan. Tangan kanan diaplikasikan untuk memainkan akord dan tangan kiri diaplikasikan untuk memainkan bass atau irama. Bermain Sasando membutuhkan keterampilan dan harmoni untuk menjadikan suara yang merdu.

Mereka yang memainkan Sasando membutuhkan latihan dan keterampilan untuk memainkan alat musik ini. Keterampilan tangan mempengaruhi tempo dan suara sasando. Sasando, sebagai kekayaan budaya Indonesia, mempunyai implikasi penting bagi kehidupan masyarakat. Hal ini tak terlepas dari nilai sejarah yang terkandung sebagai komponen penting dari kehidupan bangsa Indonesia.

Sasando mempunyai suara cantik yang menangkap dan mengekspresikan beraneka nuansa dan emosi. Oleh karena itu, di tempat asalnya, sasando diaplikasikan sebagai musik ringan untuk mengekspresikan kesedihan dan keceriaan. Generasi bangsa perlu memahami Sasando dalam kehidupan masyarakat.

Kecuali itu juga perenungan internal sebagai metode untuk memahami abstraksi. Pada tataran fungsional, kehadiran Sasando dalam kehidupan masyarakat bisa dimaknai melewati apa yang disebut nilai intrinsik dan ekstrinsik sebagai komponen dari pemahaman peristiwa akustik musik Sasando itu sendiri.

Sasando adalah alat musik petik yang unik karena tali kawat adalah sumber suaranya. Sasando terikat cincin ke resonator pertama dan, sebagai fitur khusus, dilengkapi resonator kedua yang terbuat dari daun lontar yang juga berfungsi sebagai aksesori. Banyak pohon lontar yang tumbuh liar di dalam dan sekitar Timor,

Yaitu terdiri dari dataran dan perbukitan yang sangat tipis, melainkan macam pohon lain tak gampang tumbuh di tempat ini. Oleh karena itu, tak mengherankan bila penduduk setempat sangat bertumpu pada pohon lontar kecuali hasil laut. Ini menumbuhkan apa yang disebut budaya lontar. Hal ini memungkinkan semua komponen tumbuhan lontar diaplikasikan tiap-tiap hari.

Buah mudanya dimakan, batang pohon diaplikasikan sebagai bahan bangunan, akar diaplikasikan sebagai obat, dan daun diaplikasikan sebagai kerajinan tangan. Contohnya wadah air seperti tempat air yang disebut haik, gayung, topi, sandal, dan atap. Yang lebih istimewa, lontar bisa diaplikasikan untuk resonator serta aksesoris alat musik Sasando.

Daun lontar sangat keras dan tahan lama. Sebelum penemuan kreatif kertas, daun lontar diaplikasikan untuk memo dan prasasti di negara-negara Asia seperti India, Pakistan, Bangladesh, Jawa dan Bali.